Movie Review: Citizen Kane (1941)

 “Rosebud” – Charles Foster Kane (Citizen Kane)

Pencarian makna dari kata terakhir dari seorang kaya raya yang sangat berpengaruh pada masanya, Charles Foster Kane sebelum meninggal membuat seorang jurnalis bernama Jerry Thompson harus menyusuri kehidupan Kane dari orang-orang terdekat Kane. “Rosebud”, satu kata yang menjadi teka-teki yang harus dipecahkan. Apakah Thompson berhasil menemukan makna dari kata tersebut?

Tidak salah jika film ini hampir selalu ada di tiap daftar film-film terbaik sepanjang masa. Bahkan American Film Institute (AFI) menaruhnya di urutan pertama, mengunggui The Godfather (1972) dan Casablanca (1942). Orson Welles yang merangkap 4 peran sekaligus sebagai Produser, Sutradara, Pemeran Utama, dan Co-Author secara brilian berhasil menjadikan film ini sebuah masterpiece.

Kisah pencarian makna “Rosebud” membawa penonton ke kehidupan Charles Foster Kane melalui cerita-cerita dari orang terdekat Kane. Kane sendiri merupakan seorang yang sangat berpengaruh pada masanya. Ia merupakan pemilik jaringan surat kabar di Amerika yang sangat kaya raya, saking kayanya dia ia tinggal di sebuah istana yang ia bangun sendiri yang ia namakan Xanadu. Cerita-cerita dari orang terdekat Kane merangkum kehidupan Kane dari masa kecil hingga dewasa secara mendetail. Melalui Flashback tersebut, penonton seperti dibawa penasaran dan ikut masuk ke dalam kehidupan Kane untuk membongkar makna dari kata terakhirnya.

“Rosebud”

Sampai akhir film, Welles membiarkan penontonnya menerka-nerka apa sebenarnya makna dari kata “rosebud” bahkan membiarkan penonton memiliki inteprestasi sendiri mengenai maknanya. Sebenarnya jawaban yang Welles berikan pada penonton tidaklah rumit, bahkan jawaban tersebut memiliki pesan moral dan arti yang mendalam mengenai kehidupan.

“I don’t think there’s one word can describe a man’s life” – Charles Foster Kane (Citizen Kane)

Sosok Charles Foster Kane dibuat dari gabungan beberapa orang di antaranya Harold McCormick, Samuel Insull, Howard Hughes dan seorang pemilik jaringan surat kabar, William Randolph Hearst. Reaksi negatif terhadap film ini ditunjukan oleh Hearst, ia menggunakan pengaruhnya untuk menekan jaringan teater untuk membatasi pertunjukan dari Citizen Kane yang mengakibatkan angka box office yang biasa-biasa saja. Bahkan konflik yang terjadi ketika itu dijadikan film dokumenter berjudul The Battle over Citizen Kane pada 1996.

Film ini mengingatkan saya pada film dokumenter berjudul Di Balik Frekuensi yang membongkar tentang busuknya media di Indonesia. Bagaimana mereka melakukan apa saja untuk membentuk persepsi dari masyarakat untuk kepentingan pihak-pihak tertentu. Hal yang sama dilakukan oleh Kane dengan membentuk opini publik antara lain untuk mendongkrak popularitas karir istrinya, Susan Alexander Kane. Sayangnya di dunia nyata ada agenda yang lebih besar dari sekedar mendongkrak popularitas yang digunakan pihak-pihak tertentu dengan menunggangi media-media tersebut.

Charles Foster Kane

“People will think what I tell them to think” – Charles Foster Kane (Citizen Kane)

Buat saya film ini memiliki pesan-pesan tersirat yang begitu menyentuh jika kita menyadarinya. Menonton film ini perlu pakai hati jika kita benar-benar ingin menangkap pesannya, karena dibalik teka-teki mengenai makna dari kata terakhir yang dikatakan Charles Foster Kane, pesan yang lebih mendalam tentang kehidupan tersirat pada film Citizen Kane.

“I guess Rosebud is just a piece in a jigsaw puzzle… a missing piece” – Thompson (Citizen Kane)

My Rating : 4,5/5

Share This:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.