Memilih Smartphone

Zaman sekarang, memilih smartphone sudah seperti mencari pacar. Kalau tidak cocok dan tidak sesuai harapan, hubungannya tidak akan langgeng. #ceilah

Setelah satu tahun lebih bersama, akhirnya iPhone 5s saya terpaksa dipensiunkan karena masalah yang tak kunjung usai. Awalnya permasalahannya hanya sinyal yang kadang-kadang hilang, berlanjut ke sinyal yang sama sekali tidak masuk, sampai permasalahan terakhir, mati total. Saya sudah mencoba beberapa kali ke tempat reparasi, tapi ketika hilang masalah yang satu, munculah masalah-masalah lainnya. Kata teknisinya, iPhone saya refurbish jadi maklum lah. Dari pengalaman itu, saya pun kapok untuk membeli iPhone jalur tidak resmi.

Jujur saja saya masih belum bisa move on dari Iphone 5s, desainnya yang elegan dan peformanya dapat diandalkan untuk menunjang keseharian saya. Saya sebenarnya masih ingin menggunakan iPhone. Awalnya saya mengincar iPhone SE karena dengan spesifikasi setara 6s, Iphone SE memiliki ukuran dan desain iPhone 5s. tapi sampai sekarang iPhone SE belum tersedia resmi di Indonesia. Akhirnya saya memindahkan incaran ke iPhone 7+. Kendala dari iPhone 7+ buat saya hanyalah satu, harganya yang selangit. Dibandrol dikisaran 14 juta, tak hanya membuat saya menelan ludah, mungkin saja ikat pinggang saya juga harus dikencangkan.

Beralih ke Platform Android

Sebenarnya harga yang dipatok selangit oleh Apple sesuai dengan user experience yang didapatkan pengguna, tapi nampaknya kali ini saya harus kembali memetakan kebutuhan saya dan pertanyaannya adalah “Apa yang sebenarnya kita butuhkan di Smartphone kita?”.

Saya memiliki ketertarikan pada fotografi maka hal utama yang saya cari dari sebuah smartphone adalah kualitas kamera utamanya. Yang kedua adalah peformanya, meski saya bukanlah gamer yang membutuhkan spesifikasi tinggi, peforma tetap menjadi salah satu dasar untuk memilih gadget. Minimal tidak nge-lag saat digunakan editing foto atau video. Hal ketiga adalah masalah durability, karena terkadang pemakaian saya suka sedikit “jorok”. Kecipratan air hujan atau HP jatuh mungkin sudah jadi langganan. Yang terakhir adalah Desain dan kenyamanan penggunaannya. Keempat dasar itu tentunya dibatasi dengan Budget yang ada.

Untuk menilai peforma kamera, saya beracuan pada website benchmark Dxomark.com, sayangnya tidak semua kamera diulas disana. Selain itu, saya juga banyak menonton video review smartphone di youtube dari dalam dan luar negeri. Dari belasan hari berselancar di dunia maya dan beberapa kali keluar masuk counter HP untuk mencari smartphone mana yang akan saya pilih akhirnya mengerucut jadi 3 pilihan (dan tidak ada produk Apple disana), pilihan tersebut adalah:

  1. Huawei P9
  2. Samsung Galaxy A5
  3. Asus Zenfone Zoom S

Bingung Memilih

Dari 3 smartphone yang disebutkan sebenarnya tidak ada yang benar-benar sempurna dan sesuai dengan apa yang saya butuhkan, setidaknya mereka cukup mendekati. Jika melihat idealnya, apa yang saya butuhkan ada pada Samsung S8 atau Samsung Galaxy S7 edge tapi apa daya, dompet berkata lain. Harga S7 edge dan S8 masih berada jauh diatas budget yang saya sediakan. Meski tidak sempurna, ketiga smartphone diatas memiliki apa yang saya butuhkan secara parsial. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya.

Huawei P9

Huawei P9

FIRST IMPRESSION : Kesan pertama terhadap Huawei P9 adalah desainnya yang menurut saya elegan dan nyaman digunakan. Kameranya pun jernih dan bisa membuat efek bokeh walaupun terkadang terlihat tidak alami karena bokeh tercipta karena dibantu software camera bawaan. Yang paling membuat saya tertarik adalah dual cameranya yang bawa-bawa teknologi dari Leica. Dual cameranya juga unik, tidak seperti smartphone lain yang biasanya menggunakan kombinasi Wide-Ultrawide atau Wide-Zoom, dual camera Huawei  Color-Monochrome. Hasil dari kedua kameranya pun saya akui cukup yahud, khususnya sensor monochromenya yang sepertinya tidak perlu edit ini-itu lagi, cantik apa adanya. Selain kameranya garansi yang diberikan Huawei pada produk ini sangat menggiurkan selain proses sevice yang cepat, jika proses perbaikan lebih dari tenggat waktu yang diberikan (kalau tidak salah 3 hari), konsumen berhak mengganti unitnya. Awalnya saya sempat mencoret P6 dari list karena harganya 6,9 Juta, maklum saja saat ini P9 masih jadi flagship Huawei (karena P10 belum masuk Indonesia), tapi setelah bertanya-tanya lebih lanjut ke toko-toko lain, ternyata ada yang memberikan promo untuk pembelian P9 dari 6,9juta menjadi hanya 5,5juta. Diskon yang menggiurkan bukan?

Samsung Galaxy A5

Samsung Galaxy A5

FIRST IMPRESSION : Memasukan Samsung Galaxy A5 ke dalam list, bisa dibilang untuk main aman. Siapa yang tidak tahu Samsung?. Di seri ini samsung memasukan kemampuan yang sebenarnya sudah bertahun-tahun saya cari, kemampuan itu adala tahan air. Sertifikat IP68 membuat pengguna tidak perlu takut buat celup-celup di air. Desainnya yang elegan dan layarnya yang Super AMOLED membuat nyaman mata saat melihat-lihat keramaian yang ada. Ukurannya pun masih nyaman di tangan dan bisa digunakan memakai satu tangan dengan mudah. Sayangnya kemampuan kameranya biasa-biasa saja. Samsung Galaxy A5 dibandrol di harga sekitar 4,9juta.

Asus Zenfone Zoom S

Asus Zenfone Zoom S

FIRST IMPRESSION : Ketika saya mencari Smartphone, Asus Zenfone Zoom S baru saja dirilis di Indonesia, sehingga melihat unitnya pun tidak pernah. Informasi yang saya dapat hanyalah dari Iklan dan Review-review di Youtube. Zoom S mengklaim bahwa peformanya dapat melampaui iPhone7plus bahkan di websitenya Zoom S seakan-akan mengungguli 7plus di segala lini. Iklannya pun menggaet para fotografer terkenal, salah duanya Darwis Triadi dan Roy Genggam. Selain Kameranya, kelebihan Zoom S terdapat pada kapasitas baterainya yang super besar, 5000mAh. Kapasitas baterai yang sebesar itu membuat pengguna tidak perlu risau untuk menggunakan Zoom S sebagai senjata hunting foto. Asus memang sengaja mendesain Zoom S untuk penggiat Fotografi. Minusnya Zoom S buat saya adalah diukurannya yang cukup besar. Harga Asus Zoom S: 5,9juta.

Menentukan Pilihan

Setelah menimbang dan membimbang, akhirnya pilihan saya jatuh pada ASUS ZENFONE ZOOM S. Kalau dilihat dari spesifikasinya memang tidak ada yang special, tapi kamera dan peforma Asus Zenfone Zoom S nampaknya didesain sesuai dengan kebutuhan para penggiat fotografi seperti saya. Meskipun membeli tanpa mencoba terlebih dahulu karena belum ada yang di-display alias seperti membeli kucing dalam karung, saya putuskan untuk membeli dan mencoba percaya dengan apa yang dikatakan oleh Om Darwis dan Om Roy.

Welcome to the Club, Asus Zenfone Zoom S!

Sekarang waktunya membuktikan.

Puas atau menyesalkah saya membeli Asus Zenfone Zoom S?

BACA JUGA :  Review : Asus Zenfone Zoom S

Share This:

4 Replies to “Memilih Smartphone”

  1. secanggih apapun android, kalau sudah dipake diatas setahun ‘penyakit’ nya pasti kambuh, memang beda sama iOS yang reliabilitynya tidak perlu dipertanyakan. Btw review donk Zenfone Zoom S nya masdir..

    1. adiraoktaroza says: Reply

      Sudah di Review ya ten…
      Cek deh >>> http://www.adiraoktaroza.com/2017/07/04/review-asus-zenfone-zoom-s/
      Review Cameranya menyusul….

      iOS emang mantap sih, tapi iPhonenya sedang loyo… mungkin sedang bersiap buat kejutan september nanti.

  2. asikk hape baru.
    aku juga mau beli ah, enaknya yang mana ya.

    1. adiraoktaroza says: Reply

      bos mah masi bagus kali 5s-nya… hahahaha

Leave a Reply