Catatan Perjalanan : Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017

Semenjak Jokowi menjadi Presiden, Karnaval Kemerdekaan Indonesia tidak hanya dilakukan di Jakarta. Harapannya kehadiran karnaval bisa membuat masyarakat di luar Jakarta merasakan semaraknya perayaan kemerdekaan negara sekaligus mempromosikan daerah tersebut sebagai destinasi wisata. Sebelumnya karnaval dilaksanakan pada tahun 2015 di Pontianak (Karnaval Khatulistiwa) dan di Danau Toba (Pesona Danau Toba) di tahun selanjutnya. Pada tahun 2017 karnaval diadakan di Bandung dengan judul Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017. Ditunjuknya Bandung menjadi tuan rumah bukan tanpa alasan. Bandung dipilih karena Bandung merupakan gudangnya seniman dan banyak kelompok kreatif.

Saya ditugaskan GenPI Jabar untuk mendokumentasikan Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan. Awalnya saya diposisikan di titik Start Gedung Sate dan nantinya harus berpindah ke BIP (Bandung Indah Plaza) ketika seluruh arak-arakan bergerak. Menurut jadwal karnaval akan dimulai pada jam 2 siang tapi saya sudah stand by di lokasi dari jam 10 dengan tujuan agar mendapatkan spot foto yang bagus.

Setibanya di titik Start, ternyata animo masyarakat untuk mendatangi acara ini sangatlah besar. Dari jam 10 pagi sudah banyak warga yang datang  Meskipun harus berpanas-panasan dan menunggu berjam-jam mereka rela menunggu sampai karnaval dimulai.

Ternyata saya tak sendiri, di titik Start saya bertemu dengan teman saya, Titan yang sama-sama ditugaskan GenPi untuk mendokumentasikan karnaval ini. Sayangnya kami tidak mendapatkan name tag untuk meliput kami pun hanya mendapatkan akses sebagai pengunjung.

Awalnya saya sempat bingung untuk mencari spot foto yang bagus, dengan akses hanya sebagai pengunjung memang menjadi tantangan tersendiri untuk mengakali bagaimana caranya untuk mendapatkan foto yang bagus. Bagaikan mendapat angin surga, tiba-tiba lewat pesan WA Kang Agus Humas Jabar mengajak kami untuk masuk ke dalam Gedung Sate.

Mendengar pesan dari Kang Agus, saya dan Titan bergegas menuju Gedung Sate. Kami harus mengambil jalan memutar karena kawasan depan Gedung Sate sudah dalam kondisi steril dan banyak penjagaan dari Paspampres. Sesampainya di pintu samping Gedung Sate, ternyata untuk masuk ke dalam Gedung Sate kami harus memiliki name tag. Untungnya ketika itu kami secara beruntung bisa mendapatkan name tag tersebut dari salah satu teman yang akan ikut di dalam arak-arakan karnaval.

Berbekal name tag tersebut saya dan Titan pun segera menuju panggung untuk mendokumentasikan pembukaan. Awalnya hanya berniat agar dapat mendapatkan momen pembukaan dan pelepasan karnaval lebih dekat, ternyata kami malah terjebak di depan mobil hias presiden yang penuh dengan penjagaan Paspampres. Alhasil kami ikut bersama rombongan depan arak-arakan karnaval.

Di Paling depan arak-arakan ada Gita Pakuan dilanjut dengan DenKavKud di depan Mobil Hias Presiden. Di belakang mobil presiden masih banyak rombongan lainnya. Karnaval diikuti lebih dari 43 kontingen yang berasal dari berbagai unsur lintas budaya, komunitas, provinsi, kota maupun kabupaten di Indonesia. Ditambah lagi dengan peserta arak-arakan dari Festival-Festival besar di Indonesia seperti Jember Fashion Carnaval, Solo Batik Carnaval dan Tomohon Flower Carnaval.

Jalur yang dilewati berawal dari Gedung Sate dan Berakhir di Alun-Alun Bandung. Namun Presiden hanya mengikuti arak-arakan hingga Taman Vanda di dekat Balai Kota. Saya sendiri melanjutkan perjalanan bersama rombongan arak-arakan ke Alun-alun, berpisah dengan Titan. Terpisah dari Titan, saya malah bertemu dengan Arie. Langsung saja saya tarik Arie ke dalam barisan arak-arakan untuk menemani saya sampai titik finish.

Pengalaman berada di dalam barisan arak-arakan sangatlah istimewa dan menggelitik. Melihat meriahnya sambutan warga membuat saya ingin ikut melambaikan tangan kearah kerumunan. Berada di dalamnya membuat tingkat kepedean meningkat dan membuat saya mulai merasa jadi artis. Setidaknya hal itu berlangsung sampai carnival mencapai titik finish. Hal lucu juga terjadi ketika melihat tingkah para penonton yang minta-minta difoto. Ternyata warga Bandung pada narsis ya…

 

 

Dengan selesainya Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017, berakhir sudah rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Melihat dari animo masyarakat, Sebagai Puncak Perayaan Nasional HUT ke-72 RI, Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan berlangsung sukses dan begitu meriah.

Jadi penasaran, kira-kira tahun depan akan diadakan di kota mana ya?

BACA JUGA : Catatan Perjalanan : Famtrip ke Geopark Ciletuh-Pelabuhan Ratu bersama Disbudpar Jabar (Part 1)

Share This:

2 Replies to “Catatan Perjalanan : Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017”

  1. Bagus baguss masdir gambarnyaa, mantapxx 💕

    1. adiraoktaroza says: Reply

      Makasih Masgung. Kapan di Bandung… aku mau menebus dosa hehe…

Leave a Reply