Batik Pakidulan, Batik Khas Kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu

Indonesia merupakan negeri yang kaya akan keragaman kerajinan. Salah satu adalah kerajinan tekstil.  Jika di tilik-tilik hampir tiap daerah di Indonesia memiliki kain khasnya masing-masing. Tiap kain mengandung nilai filosofi tersendiri. Penggunaannya pun tak sekedar untuk memenuhi kebutuhan sandang, tetapi juga sebagai alat bantu rumah tangga hingga sebagai alat ritual.

Salah satu kerajinan tekstil yang sudah dianggap sebagai warisan budaya Indonesia adalah Kain Batik. Berbagai daerah seperti Pekalongan, Cirebon, Solo, Bali memiliki Kain Batik dan ke istimewaannya masing-masing. Geopark Ciletuh-Palabuhanaratu pun tak kalah dengan daerah-daerah tersebut. Geopark Ciletuh-Palabuhan ratu memiliki Batik Pakidulan.

Aliyudin Firdaus, Seorang seniman sekaligus pencipta Batik Pakidulan mendapatkan inspirasi dari eksotisme pesona alam, filosofi kehidupan masyarakat pakidulan, serta keanekaragaman budaya dan hayati di Geopark Ciletuh. Hal tersebut bisa dilihat dari Motif-motif yang dimiliki oleh Batik Pakidulan yang tidak jauh dari unsur-unsur yang ada di sana.

Terdapat 3 motif utama yang menjadi unggulan Batik Pakidulan. Motif tersebut adalah Motif Curug (air terjun) di Kawasan Geopark Ciletuh, Motif Panenjoan yang merupakan ekspresi artistic pemandangan eksotis amphitheater raksasa di kawasan Geopark Ciletuh, dan Motif Hujungan yang merupakan ekspresi pulau-­pulau kecil di Hujungan, merupakan pemandangan batuan geologi Jampang purba berusia 65 juta tahun di Geopark Ciletuh.

Pembuatan Batik Pakidulan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan. Pewarnaan batik memakai bahan-bahan alami seperti dari akar dan pohon-pohon alami, daun pandan, daun jati, daun ubi, kulit pohon mahoni, kunyit dan lainnya. Proses produksinya juga memperhatikan pengelolaan limbahnya sehingga mengurangi dampak terhadap lingkungan.

Batik Pakidulan juga menerapkan teknologi nano dalam proses pembuatannya, terutama dalam proses pewarnaannya. Teknologi nano merupakan teknologi yang membuat serat kain mampu menyerap warna lebih baik, lebih tahan lama dan ramah lingkungan.

Batik Pakidulan sudah melanglangbuana lewat pameran pameran baik taraf nasional maupun internasional. Berbagai negara seperti Jerman, Inggris, Arab dan Aljazair sudah disambanginya dan mendapat sambutan yang positif.

Edisi Geopark Ciletuh Agustus 2017

BACA JUGA : Catatan Perjalanan : Famtrip ke Geopark Ciletuh-Pelabuhan Ratu bersama Disbudpar Jabar (Part 1)

Share This:

Leave a Reply