Catatan Perjalanan : Berkunjung ke Desa Wisata Saung Ciburial

Perjalanan bersponsor merupakan perjalanan yang menyenangkan buat saya. Tentu saja karena perjalanan tersebut saya tidak perlu mengeluarkan uang pribadi. Tapi ada perjalanan yang lebih menyenangkan daripada itu, perjalanan itu adalah perjalanan bersama keluarga. Untuk kali ini bersama Papa ke Desa Wisata Saung Ciburial. Niatan utamanya bukan plesiran memang. Kebetulan di tempat Papa mengajar sedang mengadakan PKM di sana.

Dari Bandung kami berangkat sekitar jam 9 pagi, situasi yang sedang long weekend membuat kami sedikit was-was, takutnya terjebak macet di jalan. Perjalanan yang tadinya akan diikuti bersama beberapa mahasiswa, nyatanya hanya diikuti oleh 4 orang, Papa, Saya, Pak Eka dan Pak Aweng. Peralanan menuju Garut ternyata tidak terlalu padat dan cukup lancar sehingga jam 12 siang kami sudah sampai di lokasi.

Desa Wisata Saung Ciburial terletak di Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Untuk mencapai tempat ini dari Kota Bandung kita bisa dengan melewati dua rute. Rute pertama via Cipanas (Bandung – Rancaekek – Nagreg – Leles – Cipanas – Samarang) dan yang kedua adalah via Kamojang (Bandung – Rancaekek – Majalaya – Kamojang – Samarang).

Sesampainya disana kami disambut oleh Pak Oban, Kepala Desa Desa Sukalaksana. Setelah bercakap-cakap terlebih dahulu mengenai maksud dan tujuan kesana, Kami disuguhi minuman khas Desa Sukalaksana. Awalnya Pak Oban main tebak-tebakan dulu, Pak Oban bertanya bagaimana rasa minuman tersebut. Minumannya terlihat layaknya teh biasa, namun seperti ada jejak kopi di akhirnya.

Teh Kewer Desa Sukalaksana

Minuman tersebut adalah Teh Kewer. Rasanya seperti teh biasa, hanya saja pada aftertaste-nya serasa ada rasa kopi. Uniknya teh kewer bukan berasal dari teh dan bukan juga dari Kopi. Teh kewer terbuat dari biji buah kewer yang bentuknya seperti jari, sekilas mirip petai cina.

BACA JUGA : Teh Kewer, Minuman Khas dari Garut

Setelah mencicipi Teh Kewer, kami diajak berkeliling untuk melihat-lihat kawasan Desa Ciburial sekaligus melihat tempat yang nantinya akan dipakai untuk PKM. Pak Oban membawa kami ke sebuah mata air yang airnya sangat jernih. Mata air inilah yang menjadikan kawasan ini dinamakan Ciburial. “Ci” yang berarti Air, dan “Burial” yang memiliki makna Keluar dari Tanah.

Mata Air Ciburial

Selanjutnya sebelum dibawa ke tempat acara akan dilaksanakan, kami mampir dulu ke kandang domba milik Pak Oban. Garut memang terkenal dengan Domba dan pertunjukan Adu Dombanya. Domba Garut merupakan campuran dari perkawinan domba lokal dengan domba jenis capstaad dari Afrika Selatan dan domba merino dari Australia. Perawakannya yang besar lengkap dengan tanduknya membuat Domba Garut terlihat gagah. Cara pemeliharaannya pun tidak sembaragan, selain diberi rumput pilihan, domba ini sering diberi susu yang dicampur madu. Ditambah lagi fisiknya dijaga agar tetap bersih dan sehat. Domba Garut yang memenangkan adu ketangkasan atau kontes, harganya dapat meningkat sampai puluhan bahkan ratusan juta.

BACA JUGA : Desa Wisata Saung Ciburial, Garut

Domba Garut

Domba Garut

Setelah melihat-lihat lokasi, kami langsung menuju ke Rumah Pengolahan Kopi Pasirwangi di Desa Sirnajaya.

Kopi Akarwangi

Di Garut kopi sedang menjadi primadona. Di berbagai sudut kota bermunculan kedai kopi.Kopi punya sejarah yang panjang di Indonesia, khususnya di Garut. Awalnya sekitar tahun 1696 tanaman kopi dibawa Belanda untuk dibudidayakan di Batavia, namun upaya itu gagal. Upaya berikutnya dilakukan pada awal 1700-an. Baru pada upaya ini kopi memberi hasil yang memuaskan.

Satu abad berikutnya Pemerintah Kolonial menjadikan daerah Priangan menjadi salah satu daerah penghasil Kopi terbesar dan terbaik di dunia. Sayangnya Kopi ketika itu terasa sangat pahit bagi penduduk pribumi. Bukan rasanya, namun karena pemerintah kolonial menerapkan sistem kerja paksa kopi. Meski diwarnai sejarah pahit, produksi ketika itu telah berhasil membuat kopi dari tanah jawa menjadi sangat terkenal. Bahkan orang luar menyebut secangkir kopi sebagai “a cup of Java”.

I love coffee, I love tea

I love the java jive and it loves me

Coffee and tea and the java and me

A cup, a cup, a cup, a cup, acup

Java Jive – The Ink Spots (1935)

Rumah Pengolahan Kopi Pasirwangi Garut Arif Sonjaya

Di Rumah Pengolahan Kopi Pasirwangi kami langsung disambut Pak Aries Sontani. Di sana Pak Eka langsung menyiapkan peralatannya untuk meracik Kopi Akarwangi. Kopi Akarwangi merupakan campuran dari Kopi dan tanaman akarwangi. Setelah siap dengan peralatannya, Pak Eka langsung meracik. Sambil menunggu, Pak Aries bercerita tentang sepak terjangnya di dunia kopi.

Akarwangi sendiri memiliki banyak kegunaan. Biasanya akar wangi diambil minyaknya untuk dijadikan bahan baku parfum. Secara tradisional akarnya seringkali dijadikan pengharum lemari penyimpanan pakaian dan barang-barang penting seperti batik dan keris. Aroma wangi berasal dari minyak atsiri yang dihasilkan pada bagian akar. Akar wangi juga memiliki kegunaan sebagai obat herbal. Warga menggunakan minyaknya untuk obat kumur serta untuk melancarkan peredaran darah.

 

Kopi Akarwangi

Pak Eka menjelaskan kalau Kopi Akarwangi memiliki khasiat salah satunya untuk meningkatkan stamina pria. Khasiat lainnya akan diteliti lebih lanjut oleh Pak Eka. Menurut saya Kopi Akarwangi punya cita rasa yang unik. Kalau kata teman saya di GenPi, Ambu, kopi akarwangi punya rasa yang bergejolak. Ada rasa hangat ke tubuh dan aromanya bertahan cukup lama di mulut.

BACA JUGA : Sensasi Kopi Rempah, Kopi Akarwangi

Setelah segala urusan disana selesai, kami pun Pulang ke Bandung. Kali ini melewati Kamojang. Sayangnya hari sudah gelap jadi tidak bisa menikmati pemandangan sepanjang perjalanan yang katanya banyak objek menarik. Mungkin suatu saat saya akan datang kembali melalui jalur ini. Ada yang mau ikut?

BACA JUGA : Catatan Perjalanan Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017

Share This:

2 Replies to “Catatan Perjalanan : Berkunjung ke Desa Wisata Saung Ciburial”

  1. senangnya jalan jalan terusss dir.
    dari warnanya mirip kopi manglayang ya, cenderung ke asam atau manis dir?

    1. adiraoktaroza says: Reply

      itu Kopi Garut yang udah di campur akarwangi, kayu manis, susu.

      kemaren gak nyobain yang pure kopi doang mas. kalau kopi rempah ini aromanya akarwanginya kuat banget dan tahan lama di mulut. bikin badan bergejolak…

      kalau kata peraciknya yang kebetulan merangkap dosen farmasi. Si akar wangi punya manfaat memperlancar peredaran darah sedangkan si kopinya mempercepat denyut jantung. alhasil bikin bergejolak…

Leave a Reply