Movie Review : Pengabdi Setan (1980)

Kehilangan sosok ibu di dalam keluarga membuat Tomi sedih dan terpukul. Rasa kehilangan yang begitu mendalam membuat ia dihantui sosok ibunya. Tak mau jatuh lebih dalam, Tomi akhirnya memutuskan untuk mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut. Namun keputusan Tomi malah membawa keluarganya masuk ke dalam marabahaya.

Setelah Joko Anwar membuat Pengabdi Setan versinya, tentunya menjadi kurang afdol jika belum menonton versi terdahulunya. Tidak begitu sulit untuk mengakses film ini, dengan mudah saya menemukan film ini di salah satu aplikasi penyedia streaming film. Pengabdi Setan (1980) merupakan film besutan Sisworo Gautama Putra, salah satu spesialis horror Indonesia pada zamannya. Jujur saja, beberapa film Sisworo Gautama Putra seperti “Santet” berhasil menimbulkan ketakutan di masa kecil saya.

Tidak ada Assuransi

Beruntung saya menonton film ini ketika saya sudah dewasa dan setelah menonton Pengabdi Setan versi Joko Anwar. Tidak terbayangkan jika saya menontonnya ketika masih kecil, mungkin terror yang dihadirkan akan terasa lebih nyata. Setelah menonton Pengabdi Setan versi terbarunya, Pengabdi Setan (1980) terlihat seperti lelucon. Tak bermaksud merendahkan, mungkin saja yang “menyeramkan” dahulu sudah berkurang kadar keseramannya.

BACA JUGA : Pengabdi Setan (1980) vs Pengabdi Setan (2017)

Warning Spoiler!

Film ini menceritakan sebuah keluarga yang jauh dari ajaran agama. Ayahnya terlalu sibuk di kantor. Si Sulung, Rita hobinya berpesta sampai larut malam, sedangkan Tomi, si bungsu yang masih ABG dan butuh perhatian orang tuanya sedang mengalami kegalauan sepeninggal kematian ibunya.

Tak mau terpuruk lebih dalam, Tomi mencari jalan keluar atas permasalahan tersebut. Tomi mendatangi cenayang, dan cenayang tersebut menyatakan bahwa Tomi dan keluarganya berada dalam bahaya. Untuk terlepas dari marabahaya tersebut cenayang tersebut menyarankan Tomi untuk mendalami Ilmu Hitam. Bukannya menyelesaikan masalah, jalan keluar yang diambil Tomi malah mendatangkan masalah baru yang lebih besar, bahkan memasukan keluarganya ke dalam marabahaya.

Teror semakin menjadi ketika datangnya Pembantu baru ke rumah Keluarga tersebut. Pembantu tersebut bernama Darminah.Tomi menyadari hal yang janggal dari sosok pembantu barunya itu, namun kejanggalan itu tak disampaikannya pada anggota keluarganya yang lain.

Setelah datangnya Darminah, tragedi berlanjut. Tukang kebun yang telah lama bekerja di keluarga tersebut ditemukan mati tergantung di Gudang. Selang beberapa hari, pacar Rita, Herman meninggal karena kecelakaan. Rita dan Tomi pun akhirnya berusaha mencari jawaban atas segala yang terjadi di rumah itu.

Satu persatu bukti yang mereka dapatkan mengarahkan mereka pada sosok Darminah. Namun mereka selalu gagal setiap kali mau menunjukan bukti tersebut pada ayahnya. Sampai akhirnya Darminah betul-betul menampilkan sosoknya yang sebenarnya. Dengan membangkitkan mayat Ibu, Herman, dan Karto, Darminah benar-benar meneror keluarga tersebut.

Pengabdi Setan 1980
Siapa yang gak takut berhadapan sama yang gini?

Sampai akhirnya tiba saat-saat konklusi dari film tersebut dengan hadirnya sosok ustadz yang sebenarnya beberapa kali ingin menyampaikan pesan kepada keluarga tersebut. Bagaikan Juru Selamat, dengan membacakan ayat suci Al-Quran, sosok itu berhasil menumpas Darminah dan antek-anteknya.

Inti cerita Pengabdi Setan (1980) sebenarnya sederhana, ialah pesan pada penonton agar dekat dengan agama agar terhindar dari ilmu hitam dan gangguan setan.

Hampir sepanjang film kita akan mengikuti Tomi kemanapun ia pergi. Melihat gerak-gerik Tomi, rasanya ada yang janggal. Mungkin yang diharapkan adalah kesan depresi setelah ditinggal mati ibunya, tapi entah kenapa kesan yang muncul buat saya tentang sosok Tomi ini menjadi tidak jelas. Di awal film Tomi terlihat seperti orang yang paling sedih di keluarga, di tengah film tiba-tiba ia berubah seperti orang yang kerasukan, di akhir cerita Tomi berubah lagi. Dasar ABG labil.

Yang berkesan buat saya di film ini adalah sosok Darminah. Kehadiran Darminah sebenarnya menjadi hal yang  tidak jelas. Berawal dari rekan bisnis Munarto yang menawarkan untuk mencarikan sosok pembantu untuk mengurusi urusan rumah tangganya pasca ditinggal istri. Tampaknya rekan bisnis Munarto sudah masuk terlalu jauh sampai-sampai mengurusi urusan dapur rumah tangga orang.

Kehadiran Darminah menjadi kehorroran tersendiri. Sosoknya tidak banyak omong, namun kehadirannya sudah cukup meneror penonton. Jika pada era sekarang, dengan tatapannya yang begitu tajam dan menyeramkan mungkin saja Darminah akan didapuk menjadi presenter acara gossip ternama di salah satu stasiun televisi swasta. Dengan bentukannya yang seperti itu, saya rasa keluarga Munarto seharusnya berpikir dua kali ketika menerimanya sebagai pembantu. Siapa juga yang mau punya pembantu yang penampakannya seperti itu?

Darminah Pengabdi Setan 1980
Lirikan Matamu….

Sejak Pemakaman sang ibu, Mawarti, sosok Darminah sudah muncul. Ia seperti sudah merencanakan niat jahatnya terhadap keluarga Munarto. Selain menjadi Pembantu ia juga sekaligus seorang cenayang yang didatangi Tomi dan menyarankan Tomi untuk mendalami ilmu hitam agar ia selamat dari marabahaya. Sampai akhirnya Darminah masuk lebih dekat ke “calon mangsanya”. Motif Darminah mengganggu keluarga tersebut tidak pernah dijelaskan sampai di penghujung film. Akhir cerita Darminah menyampaikan motif yang begitu klise, itupun karena sudah terkepung ormas yang hendak sweeping.

Darminah Pengabdi Setan 1980
Bang Meser Garpit Satengah!

“Akan ku hancurkan manusia-manusia yang tak beriman seperti kalian! Kami akan selalu datang di setiap diri manusia selama agama hanya menjadi kedoknya.”

Film Horror berubah menjadi Film Dakwah, Hadirnya sosok Ustadz yang datang ke Rumah keluarga Munarto untuk menyelamatkan mereka. Dengan membawa para pengikutnya layaknya sweeping ormas dan membacakan ayat suci al-Quran, Darminah dan mayat-mayat hidupnya pun enyah dari dunia.

Pengabdi Setan 1980
Pak Ustadz bawa Ormas

Meskipun kadar keseramannya kini sudah sangat berkurang, pada masanya film ini menghadirkan terror yang begitu mendalam bagi penontonnya. Lewat tampilan hantu yang mengerikan dan berdarah-darah khas Sisworo di film-film horrornya dan gangguan-gangguan yang ditampilkan di film ini, sudah langsung terbayangkan bagaimana rasanya jika menonton Pengabdi Setan (1980) pada masanya. Penampakan melalui jendela kamar atau gangguan ketika Tomi Sholat di malam hari mengingatkan saya pada cerita-cerita hantu yang beredar ketika saya masih kecil dan semua itu MENGERIKAN.

Menjadi film paling menyeramkan pada zamannya tak berarti kengerian pada film itu akan bertahan sepanjang masa. Namun harus diakui, pesan dan makna di dalamnya akan tetap abadi.

Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah setan? sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.

(QS Az-Zukhruf [43]:62)

Score 2/5

BACA JUGA: Movie Review : Pengabdi Setan (2017)

Share This:

5 Replies to “Movie Review : Pengabdi Setan (1980)”

  1. Pesan moral : kalau udah malem itu gordennya ditutup makanya…

    1. adiraoktaroza says: Reply

      Pantesan enin nyuruh tutup gorden tiap sore… parno kali ya hahaha

  2. kalau di liat” sereman yg tahun 1980 dari pada yg baru kemarin,
    jadi pengen nnton yg 1980

  3. Pilem paling menyeramkan selain suzana…

    1. adiraoktaroza says: Reply

      Sutradaranya sama-sama Sisworo Gautama Putra sih ya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.