Photo Journal : Pertemuan dengan Indonesian Green Ranger

Sebelumnya : Photo Journal #1: Bersiap Menuju Pangrango-Gede

“Jodoh pasti bertemu”

Begitulah kata yang sering saya dengar dari orang-orang. Tapi kali ini bukan tentang jodoh-jodohan yang bawa perasaan. Ketika itu pendakian pertama saya menuju Gede Pangrango seakan-akan menjodohkan kami dengan salah satu Pencinta Alam, Alif namanya.

Keterlambatan keberangkatan beberapa jam dari yang dijadwalkan membuat kami secara kebetulan berangkat bersama mulai dari menggunakan Damri di Dipati Ukur hingga Leuwi Panjang, juga saat menggunakan Bis ke Cianjur. Saat turun dari bus, ternyata kami punya tujuan yang sama, yaitu menuju Cibodas. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan bersama dari Cianjur menuju Cibodas dengan Mencarter angkot.

Terlambat berangkat tentunya sama dengan terlambat sampai. Ketika sampai ke Cibodas hari sudah gelap sehingga kami tak bisa mengurus surat-surat untuk izin masuk ke TNGGP karena kantornya sudah tutup. Kami pun sempat kebingungan untuk mencari tempat menginap di Cibodas. Sebenarnya banyak warung-warung yang menyediakan tempat menginap untuk para pendaki, cukup dengan membayar Rp.5.000,00-10.000,00. Sebelum kami memutuskan dimana akan menginap, Alif menawarkan kami untuk menginap di Basecamp Green Ranger.

Basecamp Green Ranger terletak di salah satu sudut Cibodas, tak jauh dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Ketika masuk ke dalam, kami disambut teman-teman Green Ranger Lainnya. Nampak suasana basecamp yang ramai, hangat dan santai. Meskipun terkesan santai, mereka selalu siaga jika diperlukan. Jika ada pendaki yang membutuhkan bantuan atau ada keadaan darurat, mereka secara sukarela siap sedia membantu.

Ketika masuk ke dalam Basecamp, di ruang depan saya melihat sebuah plakat yang bertuliskan nama yang tak asing bagi saya. Pada plakat itu tertulis In Memoriam : Soe Hok Gie & Idhan Lubis. Ternyata plakat tersebut merupakan plakat yang dulu terpasang di Puncak Mahameru untuk mengenang keduanya. Tentunya bagi para pencinta alam, nama keduanya sudah tak asing lagi di telinga. Soe Hok Gie merupakan seorang aktivis dan pecinta alam, pada tahun 2005 kisah hidupnya sempat difilmkan oleh sutradara Riri Riza sedangkan Idhan Lubis merupakan adik dari Idhat Lubis (pendiri Indonesian Green Ranger). Keduanya meninggal ketika melakukan pendakian ke Mahameru pada Desember 1969 karena menghisap gas beracun.

Untuk lebih jelas mengenai IGR, bisa mengakses situs Indonesian Green Ranger

“Meski tak sampai mendaki bersama, teman kami bertambah hari itu.”

Foto diabadikan oleh : Green Ranger

Cibodas, April 2013

PhotoJournal #2 : Pertemuan dengan Indonesia Green Ranger

Selanjutnya : PhotoJournal #3 Makanan Terenak di Dunia

Share This:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.