IBX5ABE23AF6B29E

Movie Review : Avengers Infinity War (2018)

Avengers Infinity War Movie Poster

Film yang dinanti-nanti para penggemar Marvel Cinematic Universe akhirnya tayang juga. Animo penonton yang begitu ramai dapat dilihat dari jumlah kursi yang terisi di hari pertama penayangannya yang hampir tanpa celah.  Bahkan muncul Anti Spoiler-Spoiler Club di dunia maya yang tidak mau pengalaman menontonnya berkurang karena bocoran-bocoran cerita dari para netizen lainnya. Karena hal tersebut pula saya mengusahakan agar Review Avengers Infinity War ini minim spoiler. #thanosdemandsilent

Selepas bubarnya Avengers karena perbedaan pandangan di Captain America: Civil War (2016) yang lalu. Para superhero ini terpisah dan berpencar. Di luar pengetahuan mereka, dari luar angkasa sana muncul musuh kuat. Musuh tersebut adalah sesosok raksasa berwarna ungu yang bernama Thanos. Kehadiran Thanos di Marvel Cinematic Universe memang bukan yang pertama kalinya, ia pernah muncul di beberapa tayangan after credit film-film sebelumnya.

Thanos memiliki cita-cita yang mulia berupaya untuk menciptakan keseimbangan di alam semesta. Namun cita-cita tersebut ia lakukan dengan cara menghabisi separuh populasi alam semesta. Cita-cita Thanos tersebut dapat terwujud  dengan mudah hanya jika ia dapat menyatukan 6 buah batu abadi, oleh karena itu Thanos dan antek-anteknya berkeliaran di alam semesta mencari batu-batu tersebut. Misi pencarian batu Thanos otomatis membuatnya harus berhadapan dengan Avengers karena dua buah batu yang ia cari ada di bumi yaitu Mind Stone yang ada pada Vision dan Time Stone yang dijaga oleh Dr. Strange.

Sebelumnya saya sempat berpikir bagaimana film ini disajikan dengan banyak sekali bintang di dalamnya, saya pikir ceritanya akan menjadi terlalu buyar dan tidak terfokus. Namun setelah menontonnya prediksi saya terbantahkan.

Saya rasa Thanos punya porsi yang lebih di film ini, bisa jadi juga sebenarnya Thanos adalah tokoh utama di film ini. Setelah hanya muncul sedetik-dua detik di film-film MCU terdahulu, kali ini Thanos benar-benar mencuri perhatian. Dengan cara memfokuskan ceritanya pada tokoh villain, penonton jadi lebih mengerti alasan dan motivasi Thanos dalam melaksanakan misi jahatnya dan juga membuat sosok Thanos terlihat lebih manusiawi.

Thanos Avengers Infinity War
Raksasa Ubi Ungu Pengumpul Batu Akik

Cara pencitraan dan penceritaan sosok Thanos merupakan salah satu hal yang saya suka di film ini. Thanos sebenarnya punya cita cita yang mulia. Ia memandang bahwa alam semesta berada di ambang kehancuran. Ia tidak mau semuanya berujung seperti di Titan, tempatnya berasal. Permasalahan di Titan adalah ketika terlalu banyak mulut yang harus diberi makan berhadapan dengan kenyataan sumber daya yang terbatas maka hal tersebut akan menimbulkan kebinasaan. Berkaca dari hal tersebut ia ingin menciptakan keseimbangan di alam semesta. Harapannya makhluk-makhluk yang hidup di dalamnya dapat menjalani hidup yang sejahtera dan berkecukupan. Namun caranya dilakukan dengan cara yang tidak tepat, yaitu berusaha melakukan pembantaian terhadap setengah alam semesta.

Sebenarnya Thanos punya opsi lain untuk menggapai cita-citanya. Jadi duta Keluarga Berencana misalnya…

Sisi jahat Thanos direduksi beberapa derajat. Ia masih digambarkan sebagai makhluk yang punya cinta dan belas kasih. Ia bukan sosok yang bertindak jahat karena ia diciptakan sebagai penjahat. Thanos punya persepsi tersendiri mengenai baik dan buruk yang membuatnya punya alasan cukup kuat dalam melancarkan aksinya. Satu-satunya pembeda Thanos dari sosok pahlawan adalah ia tidak mengorbankan dirinya untuk orang lain.

Di luar sosok Thanos, sosok lainnya seakan-akan tampil sebagai sosok pelengkap, beberapa lainnya bahkan tampak seperti orang-orang yang tidak berkepentingan yang tersorot kamera. Tapi saya tidak mempermasalahkan hal itu. bayangkan saja bagaimana mengemas puluhan karakter utama untuk disatukan ke dalam satu cerita dan masing-masing dituntut punya peran yang optimal. Jika berusaha mengikuti tuntutan para penonton pasti Anthony Russo puyeng dibuatnya.

Avengers Infinity War Reunion
Avengers Reuni

Mungkin Avenger Infinity war bukanlah film MCU terbaik, tapi perlu diakui film ini merupakan film teramai dibandingkan film-film sebelumnya. Disini kita bisa melihat bagaimana Iron Man, Thor bergabung dengan tokoh-tokoh Guardian of Galaxy atau melihat Spiderman bertarung bersama Dr.Strange melawan Thanos. Juga dengan berkumpulnya kembali Tim Stark dan Tim Steve yang pecah kongsi di Civil Wars. Momen-momen yang tentunya ditunggu-tunggu para penggemar MCU.

Secara keseluruhan, saya sangat menikmati film ini dari segi teknis maupun segi cerita. Durasi 150 menit rasanya tidak begitu terasa lama karena penceritaannya yang mengalir dan tidak bertele-tele. Meskipun bukan yang terbaik, tapi Avengers Infinity War rasanya sudah cukup untuk memastikan mereka akan mendapatkan animo yang sama bahkan bisa jadi lebih besar ketika film kelanjutan dari Avengers Infinity War dirilis tahun depan.

Skor : 8/10

Thanos will Return

BACA JUGA : Movie Review Dilan 1990 (2018)

Share This:

4 Replies to “Movie Review : Avengers Infinity War (2018)”

  1. Saya juga udah nonton film ini. Setuju banget, ini mungkin bukan film terbaik MCU. Tapi tetap saja, sayang untuk dilewatkan.

    1. adiraoktaroza says: Reply

      Nonton Film MCU udah serasa nonton serial korea sekarang… gak mau kelewatan

  2. Sempet sebel sih diakhir filmnya saat banyak yang tiba-tiba “menghilang”. Semoga part 2 nya beyond expectation.

  3. Ketela rambat ungu kolektor batu akik

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.