IBX5ABE23AF6B29E

Photo Journal : Cinta Pertama Berlabuh di Suryakencana

Alun-Alun Suryakencana

Ketika kami berjalan ke Alun-Alun Suryakencana cuacanya ketika itu tidak begitu baik. Tidak buruk, namun tidak layak juga untuk dibilang baik. Memang sejak mendaki ke Puncak Gede dari Kandang Badak, mentari sama sekali tak memperlihatkan dirinya. Hanya kabut yang setia selalu menemani perjalanan kami sampai di puncak. Tak ada yang terlihat jelas dari atas puncak, Hanya sesekali aku bisa melihat garis pantai di arah barat daya. Kalau tidak salah tebak itu adalah Pantai Pelabuhan Ratu.

Baca Juga : Catatan Raffles di Gunung Gede

Langit mendung yang sama masih menaungi kami ketika kami menginjakan kaki di Alun-Alun Suryakencana. Sejenak terpana pada pandangan pertama, namun kami harus bergegas. Sesuai dengan rencana awal, di sana dapur kembali digelar. Sebelum turun melalui jalur Gunung Putri, kami makan sore terlebih dahulu di sini.

Alun-Alun Suryakencana bagiku merupakan suatu kemegahan. Bayangkan saja padang rumput yang sangat luas (kurang lebih 50 Ha), mengitari Puncak Gunung Gede membentuk bulan sabit dan diapit dengan Gunung Gumuruh di sebelah timur. Di atasnya tak hanya ditumbuhi rerumputan, namun juga ditumbuhi bunga yang melambangkan cinta abadi, Edelweiss. Ku rasa tempat itu mewakili imajiku mengenai nirwana.

Dari sebuah cerita, Suryakencana sendiri konon diambil dari nama seorang pangeran pendiri Kota Cianjur, Pangeran Aria Wiratanudatar. Dalam cerita rakyat, Pangeran Surya Kencana memiliki dua putra, yakni Prabu Sakti dan Prabu Siliwangi. Adapun kawasan Gunung Gede merupakan tempat bersemayam Pangeran Surya Kencana.

Dari cerita-cerita yang berkembang menceritakan bahwa di Alun-Alun Suryakencana terdapat sebuah Istana tak kasat mata, terkadang para pendaki bisa mendengar deru langkah kuda namun sama sekali tak menemukan wujudnya. Kuburan Kuno, Singgasana, Lumbung Padi, dan semua misteri yang ada di dalamnya sama sekali tak bisa ku pertanggung jawabkan kebenarannya, Semuanya samar.

Dari segala yang samar, ada satu yang pasti sedang menanti di hadapanku ketika itu dan takkan kusia-siakan. Tepat di hadapanku Alun-Alun Suryakencana menawarkan pesona magis yang langsung membuatku takluk padanya. Kurasa cinta pertamaku berlabuh di Suryakencana.

Alun-Alun Suryakencana, April 2013

PhotoJournal #7 – Cinta Pertama Berlabuh di Suryakencana

Selanjutnya : PhotoJournal #8 Gunung, Mistis dan Logika

Share This:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.