Movie Review : Asih (2018)

Asih (2018) Poster

“Namanya Kasih, entah sejak kapan nama Asih tersemat padanya”

Masih satu universe dengan film terdahulunya Danur: I Can See Ghost dan Danur 2: Maddah. Asih membawa kita mundur ke 37 tahun sebelum Danur, tepatnya sekitar tahun 1980an. Asih (2018) bercerita tentang keluarga yang dihantui oleh sosok hantu perempuan bernama Asih dan juga menguak kisahnya semasa hidup.

Andi (Darius Sinathrya) dan Puspita (Citra Kirana) sedang menantikan kelahiran anak pertamanya. Semua seakan akan berjalan seperti yang diharapkan sampai ketika satu persatu kejadian aneh mulai meneror keluarga kecil tersebut. Sosok yang menghantui mereka adalah Asih, wanita yang semasa hidupnya mengalami kisah yang tragis dan mengakhiri hidupnya sendiri.

Spin-off dari Danur ini memiliki awal yang menjanjikan, sekilas mengingatkan pada film Pengabdi Setan garapan Joko Anwar. Tone warna dan pencahayaannya pun bisa dibilang tertata dengan apik. Ditambah lagi dengan kehadiran Sosok Shareefa Daanish yang berperan sebagai Asih membuat saya makin penasaran. Rasanya Shareefa Daanish cukup berbakat dalam memberikan terror-terror pada penonton, seperti penampilannya di Rumah Dara (2010) yang membuat saya berpikir dua kali untuk menontonnya.

Sayangnya ekspektasi tersebut hanya bisa terpenuhi sampai film berjalan setengahnya. Tak ada yang menggugah dari jalan ceritanya. Terasa seperti formula basic yang ala kadarnya, cukup tapi tak istimewa. Penonton tak pernah dibuat simpatik ataupun peduli dengan apa yang terjadi pada Puspita dan keluarganya, begitupun pada Asih. Semuanya membuat penonton seperti tertahan di atas permukaan.

Asih (2018) - Citra Kirana

Saat menghadapi separuh terakhir film, saya merasa dikhianati oleh ekspektasi. Munculnya sosok Mbah Marwan (Alex Abbad) benar-benar mengganggu. Sosok “orang pintar” yang harusnya punya karakter yang kuat malah lebih terasa seperti lelucon bagi saya. Dengan make up dan dandanannya yang sulit untuk dideskripsikan penampilan Alex Abbad mungkin akan menjadi penampilan yang sama sekali tak mau diingat lagi selama hidupnya.

Nampaknya Awi Suryadi selaku Sutradara banyak menyia-nyiakan potensi film ini. Durasinya yang hanya sekitar 76 menit jelas terlalu singkat dan tidak memuaskan bagi para penontonnya.  Jika saja cerita Asih dieksplorasi lebih dalam, mungkin film ini akan tersaji dengan lebih baik dan menjadi tontonan yang tak sekedar lewat di ingatan.

Score : 4/10

Baca Juga : Buffalo Boys (2018)

Share This:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.