Malatang, Sajian Chinese Streetfood Kaya Akan Rempah

MALATANG

Masalah mood dan konsistensi seringkali jadi permasalahan bagi para penulis musiman seperti saya. Puluhan judul dan draft tulisan dari perjalanan-perjalanan sebelumnya tak kunjung terselesaikan, kurang berselera rasanya untuk mulai menulis kembali. Di tengah keputus asaan dalam pencarian inspirasi dan motivasi, datanglah ajakan dari Kang Irfan a.k.a fan_fin di sebuah grup WA buat mencoba makanan Mongolia di Golden Monkey – Malatang Hot Pot & BBQ Mongolian.

“Menarik tuh! Jarang-jarang ada yang jual makanan Mongolia di Bandung” pikirku dalam hati.

Sebelum ditenggelamkan percakapan lainnya, Ku langsung mengiyakan ajakan tersebut.

“Gak cuma kaki, lidah juga kan perlu ikut dalam perkelanaan ini.”

Malatang & Mongolian BBQ
Malatang & Mongolian BBQ

Setibanya di lokasi, di depan kami langsung dihidangkan dua jenis makanan, yang pertama Malatang Hotpot dan Beef Barbeque Saus Mala. Yang satu merupakan hidangan hotpot yang berisi berbagai macam sayuran, jamur, daging, baso, kepiting; dan yang lainnya adalah daging sapi yang sudah dimarinasi.

Ketika melihat hidangan yang disajikan di atas meja, rasanya jauh dari ekspektasiku dengan makanan-makanan Mongolia. Mengingat iklim disana yang cukup ekstrim dan kurang cocok untuk berkebun, ekspektasiku makanan Mongolia akan didominasi dengan produk-produk yang berasal dari hewan ternak seperti keju, susu, dan daging.

Setelah ditilik, ternyata benar saja dugaanku. Dari awal aku sudah salah kaprah dengan istilah Mongolian BBQ. Sebenarnya istilah Mongolian Barbeque itu berasal dari seseorang bernama Wu Zhaonan, seorang komedian asal Beijing yang kabur ke Taiwan karena perang saudara. Di Taiwan ia membuka sebuah tempat makan di Yingqiao pada 1951. Pada awalnya ia ingin menamai makanannya “Beijing Barbecue”, namun sentimen perpolitikan terhadap kota yang dijadikan sebagai ibukota komunisme tersebut membuatnya memutuskan menamainya dengan “Mongolian Barbecue”, meskipun makanan ini tak punya kaitan sama sekali dengan Mongolia.

Malatang

Malatang merupakan makanan yang berasal dari daerah Sichuan, China. Nama Malatang berasal dari salah satu bahan utamanya, yaitu Saus Mala. Saus Mala merupakan campuran dari Cabai, Bubuk Cabai, Biji Mala (Sichuan Pepper), Cengkeh, Bawang, Anistar, Capulaga, Adas, Jahe, Kayu Manis, Garam, Gula dan rempah lainnya. Kata Mala sendiri merupakan kombinasi dari dua kata yang memiliki arti “kebas” dan “pedas”.

MALATANG
Malatang Hotpot

Asal muasal hidangan Malatang berasal dari tepi sungai Yangtze. Pada zaman dahulu di sana banyak yang bekerja sebagai penarik perahu. Bekerja di cuaca yang lembab dan berkabut membuat para pekerja sering sakit. Untuk mengatasi itu mereka lapar mereka menyampurkan rempah-rempah ke dalam campuran sup mereka.

Malatang biasanya diisi berbagai macam bahan, mulai dari ikan, daging, tofu, jamur, baso, sayur-sayuran dan tentunya yang membuatnya khas saus mala dengan Biji Malanya. Biji Mala memberikan sensasi  yang unik di mulut. Rasa getir di lidah dan aromanya memberikan kesan tersendiri. Biji mala atau yang sering disebut Sechuan Pepper masih satu genus dengan  Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium), rempah yang banyak dipakai di makanan-makanan di daerah Sumatera, khususnya Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Di beberapa tempat juga ditemukan bumbu sejenis. Seperti di Jepang yang dinamakan “Sansho” dan di Korea dinamakan “Chopi” (Z. piperitum).

Di tempat asalnya kita bisa memilih sendiri bahan-bahan apa saja yang akan dimasukan ke dalam Hot Pot kita

Golden Monkey Hot Pot & BBQ Mongolian

Golden Monkey – Malatang Hot Pot & BBQ Mongolian berlokasi di Pasir Kaliki Food Market. Lokasi ini merupakan cabang kedua setelah sebelumnya telah dibuka di Sudirman Street Market. Kedai ini mengambil spesialisasi pada hidangan Malatang dan BBQ Mongolian yang belum banyak ditemukan di Kota Bandung.

Golden Monkey Malatang – Pasir Kaliki

Makanan di sini harganya berkisar 60rb -140rb. Porsinya bisa untuk sharing 2-4 orang. Bagi yang muslim, tak perlu khawatir, sajian Malatang dan BBQ Mongolian di sini bahan-bahannya dijamin Halal. Buat kalian yang suka makanan pedas, wajib coba makanan ini dan rasakan sensasi pedas biji mala yang beda dari yang lainnya. 

Lokasi : Paskal Food Market

Baca Juga : Sensasi Kopi Rempah, Kopi Akarwangi

Share This:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.