Perjalanan Impian ke Australia

Hal apa yang pertama kali mampir di benak kalian ketika mendengar kata “Australia”?

Rasanya sulit bagiku untuk menentukan jawabannya. Bagiku Australia itu sangat kompleks, tapi satu hal yang langsung terlintas di pikiran ketika mendengar kata Australia adalah imajinasi tentang sebuah perjalanan dengan petualangan yang luar biasa dan tak terlupakan.

Terbayang olehku sebuah perjalanan dimana ku berkendara menggunakan mobil safari menjelajahi gurun Australia menuju Uluru, sebuah batu besar yang disakralkan oleh suku Aborigin. Di sana ku kan menikmati bagaimana cahaya matahari ketika terbit dan tenggelam yang konon katanya membuat Uluru seakan-akan mengubah warnanya.

Uluru
Uluru – Photo by Kyle Hinkson on Unsplash

Malamnya akan ku lanjutkan dengan makan malam dan berkemah di bawah langit yang bertaburkan bintang atau berbaur dengan suku aborigin di sana sambil belajar cara melempar bumerang dengan baik dan benar. Mungkin nanti tidurku tak kan terlalu nyenyak karena yang ku tahu Australia adalah rumah bagi 190 lebih spesies ular, yang 25 diantaranya beracun bagi manusia dan 20 diantaranya termasuk dalam daftar ular paling berbisa di dunia. Fakta itu tentunya akan membuatku menjadi lebih was-was.

Selain ular-ular itu, kita semua tahu kalau Australia juga punya beberapa hewan ikonik yang tidak bisa ditemukan di penjuru dunia lainnya. Kita pastinya tahu Australia merupakan rumah dari hewan marsupial seperti Kangguru dan Koala. Selain kedua hewan itu, ada juga hewan yang menjadi inspirasi sebuah tokoh kartun Looney Tunes, Taz a.k.a Tasmanian Devil. Rasanya kurang lengkap jika datang ke Australia tanpa bertemu mereka.

Wallaby - Kangaroo
Wallaby – Photo by David Clode on Unsplash

Bentang alam dan kekayaan flora dan fauna di sana mungkin jadi hal yang paling menarik bagiku. Hal itu tak terlepas dari pengaruh dua orang Australia yang luar biasa dan melegenda. Sosok-sosok itulah yang mewarnai masa kecilku, meski pertemuan kami hanya melalui layar kaca. Sosok itu adalah Rob Bredl dan Steve Irwin. Mereka berdua adalah pembawa acara film dokumenter hewan dan alam favoritku. Pokoknya meskipun Australia punya tokoh-tokoh terkenal lain seperti Hugh Jackman, Heath Ledger ataupun Chris Hemsworth, bagiku Rob dan Steve tetap tak terkalahkan dan tetap nomor satu.

Rob Bredl adalah orang yang membawakan acara Killer Instinct. Ia terkenal dengan penjelajahannya di Benua Australia tanpa menggunakan alas kaki. Hal tersebut membuatnya dikenal dengan julukan “barefoot bushman”. Mungkin kulit kakinya sudah kapalan tingkat dewa, sehingga panasnya gurun-gurun di sana tak lagi jadi masalah untuknya dan kakinya.

Sedangkan Steve Irwin dikenal membawakan acara The Crocodile Hunter. Steve bersama keluarganya mengelola Australia Zoo di Queensland. Sosok Steve membuatku membayangkan bagaimana rasanya jika bekerja di kebun binatang atau mempunyai sebuah kebun binatang, terdengar menarik. Apalagi setelah menonton film We Bought a Zoo (2011) yang dibintangi Matt Damon dan Scarlett Johansson, semakin menarik.

Sayangnya pada tahun 2006, Steve Irwin meninggal setelah terkena sengatan ikan pari di Great Barrier Reef ketika sedang membuat dokumenter berjudul Ocean’s Deadliest. Pembawaannya Steve yang selalu bersemangat membuatnya menjadi salah satu pembawa acara yang tak terlupakan meskipun waktu berlalu lebih dari satu dekade semenjak kematiannya.

Mungkin tak akan ada habisnya jika kita membahas tentang kekayaan alamnya. Australia sudah layaknya surga bagi para petualang yang memiliki ide-ide liar mengenai perjalanannya. Tapi ternyata Australia tak hanya mengakomodir para pelancong yang mempunyai jiwa petualang, kini Negara yang sering disebut dengan julukan Negeri Kangguru ini juga telah menyediakan berbagai pilihan berwisata yang ramah keluarga dan ramah bagi muslim.

Australian Map
Australia

Menurut sebuah laporan dari Pear Anderson, sebuah perusahaan konsultan perjalanan yang berbasis di Malaysia, menyatakan bahwa Australia masuk ke dalam 10 negara yang memiliki poin tertinggi dalam segi kualitas dan ketersediaan informasi mengenai hal-hal yang secara spesifik relevan dengan kebutuhan wisatawan muslim seperti restoran halal, hotel, dan tempat ibadah. Australia bersanding dengan beberapa Negara seperti Jepang, Thailand, Korea Selatan, Taiwan, Irlandia, Singapura, Hong Kong, Spanyol, dan Selandia Baru.

Hal tersebut membuat para wisatawan muslim tak perlu lagi ragu untuk berkunjung ke sini. Label Muslim Friendly atau sering kita sebut dengan istilah wisata halal ini menjamin kehalalan di tempat-tempat yang akan kita kunjungi. Salah satu operator yang menyediakan pilihan untuk wisata halal di Australia adalah Cheria Travel yang terkenal sebagai pelopor wisata halal dunia.

Kehadiran Cheria Travel tentunya mempermudah para wisatawan muslim yang ingin jalan-jalan namun masih ragu dengan kehalalan di sana. Cheria menjamin kehalalan menu selama di perjalanan dan selama di sana. Selain itu Cheria juga menjanjikan perjalanan yang tak terlupakan di Australia. 

Duh… Aku semakin penasaran pengen main ke Australia nih jadinya…

Lomba Blog Cheria Holiday #9 2019

Share This:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.