Bagaimana Cara Menjadi Travel Blogger

woman in white long sleeve shirt using macbook pro

“Enak ya… Jalan-jalan melulu tapi uangnya ada terus. Apa rahasianya?”

Netizen

Kadang orang-orang bertanya-tanya tentang itu pada saya. Yang mereka tidak tahu, terkadang saya melakukan perjalanan secara Cuma-cuma, bahkan dibayar untuk melakukan itu. Kok bisa?

Saya bisa melakukan hal tersebut sejak saya mulai serius menjadi Travel Blogger. Profesi Travel Blogger sudah membawa saya ke berbagai penjuru nusantara, mulai dari megahnya Danau Toba di Sumatera Utara, hingga eksotisnya Pulau Dua di Luwuk, Sulawesi Tengah. Kalau bukan sebagai Travel Blogger, entah kapan saya bisa menjelajahi tempat-tempat tersebut.

Menjadi Travel Blogger memang susah-susah-gampang. Susahnya saya tulis dua kali di awal karena memang masa-masa perjuangannya ada di awal. Persyaratan utama yang harus dipenuhi di awal adalah kalian harus suka jalan-jalan. Kalau dari awal kalian sudah mageran a.k.a males gerak, akan sulit kedepannya. Jika syarat pertamanya sudah terpenuhi, selanjutnya tinggal kita bawa enjoy saja.

Buat kalian yang tertarik untuk menjadi travel blogger juga, di sini saya akan membahas bagaimana langkah-langkah untuk menjadi Travel Blogger secara rinci.

1. Personal Branding

Alun-Alun Suryakencana
Adventurer & Storyteller, merupakan salah satu unsur yang menyusun Personal Brand saya

Hal pertama yang harus dipikirkan sebelum membuat Blog adalah membangun Personal Brand. Banyak bahasan-bahasan yang lebih rinci yang bisa kalian temukan di internet tentang personal branding, tapi sederhananya adalah mencitrakan bagaimana kalian ingin dikenal audiens kalian nanti.

Untuk membentuk personal brand, kita bisa memulainya dengan mengidentifikasi nilai-nilai personal yang kita miliki. Bisa juga melihat dari tipe traveling seperti apa yang paling kita gemari, apakah menjadi pelancong dengan ransel atau koper, solo traveling atau group, tipe bertualang ataukah perjalanan yang menenangkan dan masih banyak variabel lainnya yang bisa kita masukan.

Setelah mengidentifikasi hal di atas kita bisa menentukan ciri khas yang kita punya. Dari data yang kita punya tentunya kita bisa membentuk personal brand yang sesuai dengan diri kita. Tak perlu pencitraan berlebih, cukup menjadi diri sendiri saja.

2. Tentukan Nama Blog

“Nama Adalah Doa”

Kata Pujangga

Setelah menentukan personal brand, kita lanjut ke tahap berikutnya. Langkah ini cukup krusial, yaitu menentukan nama blog. Tahap ini biasanya cukup mebuat kita pusing tujuh keliling. Buatlah nama yang mudah dibaca, diingat, dan menarik.

Untuk memudahkan, kita bisa memasukan unsur personal brand yang sudah kita tentukan sebelumnya ke dalam nama Blog. Contohnya jika tipe perjalanan yang kalian sukai adalah dengan backpacker-an kalian bisa memasukan embel-embel backpacker pada nama blog kalian. Seperti travel blogger Ashari Yudha dengan CatatanBackpacker-nya (http://www.catatanbackpacker.com/) atau pasangan traveler Dina dan Ryan dengan Dua Ransel-nya (https://duaransel.com/)

Cara termudah sih menggunakan nama sendiri sebagai nama blog, seperti yang saya lakukan (AdiraOktaroza.com). Alasan sederhananya, jika orang-orang mencari nama saya di Google, Website saya akan lebih mudah ditemukan.

Yap, semua keputusan di awal ini memang punya plus dan minusnya tersendiri. Intinya buat nama yang semenarik mungkin.

Untuk menemukan ketersediaan nama, kita bisa mengeceknya terlebih dahulu di (https://www.name.com/).

3. Domain dan Hosting

Tahap-tahap yang paling penuh pertimbangan sudah dilewati, sekarang waktunya kita membuat website. Tapi sebelum membuat website, kita harus memiliki domain dan hosting. Apa itu domain dan Hosting?

Sederhananya jika diibaratkan website adalah sebuah bangunan rumah, Domain adalah alamat dimana rumah itu berada. Jika kita menuliskan nama domain, kita akan diantarkan ke website yang kita tuju. Sedangkan Hosting adalah lahan dimana rumah itu berdiri. Data-data yang menyusun sebuah website, seperti tulisan, gambar, atau video disimpan di Hosting.

Di sini kita kembali dihadapkan pada dua pilihan. Menggunakan domain gratis atau berbayar. Domain gratis yang bisa kalian pakai antara lain Blogspot.com dan WordPress.com. sedangkan untuk yang berbayar biasanya domain yang berakhiran .com, .net, .co.id, dan lain sebagainya.

Untuk hosting sendiri terdapat beberapa penyedia seperti DapurHosting, Niagahoster, Domainesia, dll.

4. Membuat Website

Setelah memiliki domain dan hosting kalian sudah bisa mebuat website sendiri. Mungkin untuk orang awam atau gagap teknologi, tahap ini merupakan tahap tersulit. Tapi jangan khawatir, banyak orang-orang yang membuat jasa untuk membuat website. Hal paling penting yang harus kalian pahami ketika sudah memiliki website, minimal kalian harus bisa menggunakannya untuk memposting artikel kalian.

Karena jika dituliskan langkah per langkahnya akan menjadi sangat panjang dan terlalu teknis, mungkin saya akan membuatnya di tulisan lain. Jika ada yang mau ditanyakan tentang ini, jangan sungkan untuk menghubungi saya.

5. Jalan Jalan

Asyik kan jalan jalan?

Setelah berhasil membuat website, kalian tinggal menjalankan tahap yang paling menyenangkan dari menjadi Travel Blogger. Yap, Jalan-jalan! Memang di awal biasanya kita masih harus merogoh kocek kita sendiri untuk jalan-jalan, tapi percayalah hasil tidak akan mengkhianati usaha.

6. Konsisten Membuat Konten Bermanfaat

Last but not least, adalah membuat konten. Malahan ini adalah bagian paling inti dari menjadi seorang Travel Blogger. Terkadang kita terlena terlalu dalam di tahap ke 5, hingga lupa membuat konten.

Buatlah konten yang bermanfaat buat orang lain. Konten yang bermanfaat akan dicari orang di internet. Kalian juga bisa mengoptimasi tulisan kalian dengan mempelajari SEO. Hal tersebut membantu blog kalian untuk mendapatkan peringkat yang lebih tinggi di Search Engine yang tentunya akan mendatangkan pengunjung ke website kalian.

Hal terakhir adalah Konsisten. Kata yang mudah diucapkan tapi nyatanya sulit dilaksanakan. Sekali lagi, percayalah hasil tidak akan mengkhianati usaha.


Itulah langkah-langkah untuk menjadi seorang Travel Blogger. Memang perlu perjuangan yang cukup panjang hingga kita bisa memanen hasilnya. Tapi selama kita enjoy dalam menjalaninya dan tidak menyerah. Menjadi Travel Blogger atau Travel Influencer yang sukses bukanlah hal yang mustahil. Semangat! Bisa Yok Bisa!

BACA JUGA: Malaysia, Penang dan Wisata Medisnya

Share This:

4 Replies to “Bagaimana Cara Menjadi Travel Blogger”

  1. Terima kasih informasinya kak, sangat bermanfaat.

    1. adiraoktaroza says: Reply

      ayo jadi travel blogger juga kak…

  2. Cara biar jadi travel blogger profesional gimana ya? Biar bisa naruh travel blogger sebagai pekerjaan di ktp gitu.

    1. adiraoktaroza says: Reply

      Jangan dimasukin KTP, biar orang ngira pesugihan babi ngepet

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.