Gunung Bandung : Gunung Kendang (2617 mdpl)

Mungkin nama gunung ini tidak sepopuler gunung-gunung lain yang berada di sekitaran Bandung, tapi gunung ini ternyata adalah gunung tertinggi yang ada di sekitar Bandung. Gunung ini berada di kawasan Cagar Alam Papandayan, sehingga Gunung Kendang tidak boleh didaki kecuali untuk kepentingan penelitian.

Bagian Barat Gunung masuk ke dalam wilayah Kabupaten Bandung sedangkan bagian timurnya berada di wilayah administratif Kabupaten Garut. Tepatnya terletak di perbatasan kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung dengan Kecamatan Pasir Wangi di Kabupaten Garut.

Gunung Kendang memiliki nama lain, yaitu Gunung Kembang. Nama Gunung Kembang tertulis dalam naskah Bujangga Manik dan Peta Belanda pada tahun 1850. Sedangkan nama Gunung Kendang adalah penamaan dari masyarakat kaki gunung bagian Timur. Hal tersebut merujuk dari Sasakala Gunung Kendang yang menceritakan tentang rombongan wayang golek yang hilang di sekitar area gunung tersebut.

Nama Gunung Kendang sempat mencuat di tahun 2013. Ketika itu seorang mahasiswa ITB bernama hilang di Gunung Kendang ketika ia melakukan pendakian tunggal. Setelah hampir sebulan hilang, pada akhirnya ia ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di sebuah lerengan curam.

Sasakala Gunung Kendang

Pada zaman dahulu kala, ada seseorang bernama Ki Sutaarga. Ia ingin menyelenggarakan sebuah hajat dengan menampilkan kesenian wayang. Ia ingin menayangkan sebuah cerita, namun cerita tersebut sebenarnya pantang dimainkan oleh sang dalang.

Sebenarnya cerita tersebut boleh dimainkan, tapi tidak boleh sampai tamat. Hal tersebut dikarenakan jika cerita tersebut dimainkan sampai selesai, seringkali diikuti dengan kejadian yang tidak diinginkan. Meskipun seperti itu, Ki Sutaarga bersikukuh agar cerita tersebut ditampilkan sampai tamat, berapapun harganya.

Ki dalang pun berkata “Silahkan saja ditampilkan sampai selesai, asalkan ongkosnya dibayar duluan.”

Tak banyak cerita, Ki Sutarga langsung membayar sesuai dengan permintaan Dalang. Lalu digelarlah pagelaran tersebut dengan sangat meriah.

Pagelaran tersebuat berjalan dengan lancar, hingga pada saat hampir shubuh dan cerita hampir tamat, datanglah dua orang dengan seragam upas kabupaten. Upas tersebut menyampaikan perintah Bupati agar Dalang, Sinden, Nayaga, dan Pemain Gamelan segera menghadap Bupati.

Rombongan wayang golek itu pun langsung bergegas. Ia pamit pada Ki Sutaarga dan memberitahukan bahwa mereka dipanggil Bupati. Setelah itu mereka pun berbondong-bondong berjalan menuju Rumah Bupati

Perjalanan menuju Rumah Bupati berjalan dengan lancar. Jalannya lurus dan kosong, perjalanan pun tak menghadapi hambatan. Mereka pun tiba di tempat yang mereka tuju.

Tapi apa yang terjadi, Upas yang mengiringi rombongan tersebut mendadak lenyap, Semua rombongan wayang golek pun hilang entah kemana. Yang tersisa hanyalah gamelan dan kasur bekas tempat duduk sinden mereka yang berubah menjadi Batu.

Hingga saat ini, Gunung tempat rombongan wayang golek itu hilang dinamakan Gunung Kendang. Setiap malam Selasa dan Jumat Kliwon kerap terdengar hingar bingar seoerti ada yang menggelar hajatan

Orang dari desa sebelah utara Gunung Kendang menyangka ada yang menggelar wayang di daerah Cikarosea atau Bantar Peundeuy di sebelah selatan. Sedangkan orang dari sebelah selatan mengira ada hajatan di kampong Cibitung di Utara.

Mereka pun berbondong-bondong mengikuti sumber suara keramaian itu berasal. Tapi apa yang terjadi? Warga desa sebelah utara dan selatan berpapasan di tengah jalan. Mereka hanya bisa bertanya-tanya darimana sumber suara itu berasal.

Sumber:
https://budaya-indonesia.org/sasakala-gunung-kendang
https://www.gunungpedia.com/gunung-kendeng
https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Kendang

Share This:

One Reply to “Gunung Bandung : Gunung Kendang (2617 mdpl)”

  1. […] BACA JUGA : Gunung Bandung – Gunung Kendang (2617 mdpl) […]

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.