UMKM Indonesia Bangkit Bersama Pembiayaan Ultra Mikro (UMi)

UMKM Batik Ultra Mikro

Pandemi COVID 19 menjadi pukulan telak bagi para pelaku usaha, khususnya di sektor UMKM Menurut rilis Katadata Insight Center (KIC), Mayoritas UMKM (82,9%) merasakan dampak negatif dari  pandemi dan hanya sedikit yang mengalami pertumbuhan positif. padahal pada krisis sebelumnya, yakni krisis moneter 1998, Sektor UMKM terbukti mampu bertahan. Saat itu tercatat 60% dari UMKM tidak mengalami penurunan omzet.

Walaupun dalam skalanya terasa kecil, nyatanya UMKM adalah salah satu unsur penting dalam perekonomian Negara. Di Indonesia, lebih dari setengah jumlah angka Produk Domestik Bruto (PDB) merupakan kontribusi dari sektor UMKM. Selain kontribusinya di PDB, UMKM juga berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja. Tidak salah jika pemerintah menaruh perhatian lebih pada sektor UMKM.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah mempermudah jalan bagi para pelaku sektor UMKM agar bisa terus berkembang. Salah satu upayanya dengan menerbitkan PP Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah. Sebelumnya juga sudah ada peraturan yang mempermudah persoalan pembayaran pajak bagi pelaku UMKM melalui PP Nomor 46 Tahun 2013 dan diberi keringanan tarif lagi lewat PP Nomor 23 Tahun 2018.

Tak hanya melalui peraturan, pemerintah juga mengadakan program-program yang membantu para pengusaha. Untuk usaha mikro yang berada di lapisan terbawah khususnya unit usaha yang belum mendapati akses layanan keuangan formal seperti perbankan, Pusat Investasi Pemerintah dibawah Kementerian Keuangan menjalankan program Pembiayaan Ultra Mikro.

Program Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) merupakan program tahap lanjutan dari program bantuan sosial. Program ini menyasar usaha ultra mikro yang belum bisa difasilitasi perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program UMi memberikan fasilitas pembiayaan maksimal Rp 10 Juta per nasabah dan disalurkan oleh Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) yang ditunjuk pemerintah.

Jika melihat angkanya, terdapat 65 juta unit usaha di Indonesia, 98% diantaranya berada di segmen usaha mikro. Dari jumlah yang sebanyak itu, hanya 29,7% yang punya akses ke layanan keuangan formal seperti perbankan atau bisa dibilang hampir 45 juta unit usaha belum punya akses pada layanan keuangan.

Program Pembiayaan UMi tak hanya memberikan bantuan dalam bentuk pinjaman modal untuk usaha saja. Usaha-usaha tersebut juga akan mendapatkan pendampingan dan pelatihan langsung dari orang-orang yang kompeten di bidangnya.

Sampai saat ini Program UMi telah menjangkau 5,3 juta debitur yang tersebar di 34 Provinsi dan 503 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia dengan realisasi pinjaman mencapai angka RP 17,99 Triliun (sampai 16 Desember 2021).

Tujuan program Pembiayaan UMi adalah memberikan pembiayaan yang mudah dan cepat bagi para pelaku usaha ultra mikro agar terjadi kemandirian usaha bagi para pelaku usaha dan meningkatkan jumlah pelaku usaha di Indonesia. Harapannya dengan berjalannya program ini, perekonomian Indonesia bisa pulih dan kembali bangkit.

Share This:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.